KENAPA
ISTRI YANG SHOLEHAH YANG DI CARI ???
Dalam
memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :
1.
Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan
berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung
jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wa Sallam :
Dari Abu
Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau
bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang
beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun
‘Alaihi)
Dalam
hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta,
keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.
Demikian
pula Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
“Dan
janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun
ia menarik hatimu … .” (QS. Al
Baqarah : 221)
Sehubungan
dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :
“Wanita-wanita
yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk
laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang
baik (pula) … .” (QS. An
Nur : 26)
Seorang
wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut
agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana
firman-Nya :
“Maka
wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara
dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)
Sedang
wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
“Dunia
adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
2.
Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.
Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :
Dari Anas
bin Malik, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : " …
kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan
oleh Ibnu Hibban)
Al Waduud
berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia
mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk
menikahinya.
Sedang Al
Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih
wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :
a.
Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari
kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para
spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik
dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat
memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta
menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.
b.
Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah
menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak
maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.
3.
Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi
pemuda yang belum pernah nikah.
Hal ini
dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di
antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan
menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan
menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan
mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan
sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi,
menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang
kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya
perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi
seorang gadis :
Dari
Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam
: “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah :
“Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka
mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia
bisa bermain denganmu.”
4.
Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.
Hal ini
dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang
menular atau cacat secara hereditas.
Sehingga
anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang
tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.
Di
samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat
ikatan-ikatan sosial.

0 comments:
Posting Komentar